Banyak yang berang ketika warga kita disebut "Indon". Bahkan tidak kurang dari forum resmi ikut pula memprotes. Memang memalukan. Rendah amat citra bangsa ini dimata bangsa lain. Tetapi tentu bukan salah mereka semata apabila ada stigma negatif seperti itu. Semua kembali kepada kita sendiri bukan? Kalau reputasi warga Indonesia di luar negeri memang terpuji tentu penilaian seperti itu tidak akan muncul. Atau kalau adapun kita akan dapat menerimanya dengan senyum.
Kenapa kita marah?? Ya biasanya marah itu menutupi kesalahan. Kalau tidak salah, kenapa mesti harus marah? Saya merasa hinaan seperti itu (kalau maksudnya memang menghina, karena belum tentu semua bermaksud demikian), tidak perlu menimbulkan rasa marah. Justru seharusnya kita berterima kasih telah diingatkan. Ayo kita perbaiki!! Ayo kita buktikan bahwa stigma negatif itu tidak benar!! Tunjukkan dengan perbuatan dan prestasi, bukan dengan kata-kata, apalagi dengan balas mengolok-olok.
Asah prestasi, jangan sekedar mengejar Muri. Tirulah bangsa Jepang, yang mampu merubah kepedihan kalah perang, menjadi pemenang yang sesungguhnya.
Tampilkan postingan dengan label Resah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resah. Tampilkan semua postingan
Kamis, Juli 16, 2009
Kepentingan Nasional Indonesia
Party is over, pemilihan presiden sudah usai, tersisa kinicuci piring dan beres-beres bagaimana menata ulang tata pemerintahan yang baik dan efektif untuk mencapai visi dan misi. Bagaimana melibatkan semua orang untuk ikut memikirkan, mengerjakan dan saling membantu guna mencapai masyarakat adil dan sejahtera yang berkeadilan dan bermartabat. Teringat kembali akan apa sih sebenarnya kepentingan nasional Indonesia itu??
Sebagai contoh Amerika membagi kepentingan nasionalnya kedalam lingkaran-lingkaran yang makin keluar makin rendah prioritasnya. Lingkaran terdalam disebut "Survival Interest" yaitu kepentingan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bangsa Amerika, Jangan coba-coba sentuh disitu, siapa yang menyentuh akan dihantam tanpa ampun. Misalnya melindungi warga negara Amerika. Lebih keluar, "Vital Interest". Ini merupakan kepentingan vital yang sangat mempengaruhi hajat hidup bangsa Amerika, misalnya energi. Diluarnya lagi baru disebut "Marginal Interest" yaitu kepentingan pendukung untuk menunjang kebesaran bangsa Amerika.
Itu hanya sekedar contoh saja. Lantas bagaimana sih rumusan kepentingan nasional Indonesia? Sudahkah tersusun secara rapih sesuai prioritas seperti itu? Rasanya ini PR yang perlu digarap agar ada pedoman dalam menyusun segala macam program.
Sebagai contoh Amerika membagi kepentingan nasionalnya kedalam lingkaran-lingkaran yang makin keluar makin rendah prioritasnya. Lingkaran terdalam disebut "Survival Interest" yaitu kepentingan yang dapat mengganggu kelangsungan hidup bangsa Amerika, Jangan coba-coba sentuh disitu, siapa yang menyentuh akan dihantam tanpa ampun. Misalnya melindungi warga negara Amerika. Lebih keluar, "Vital Interest". Ini merupakan kepentingan vital yang sangat mempengaruhi hajat hidup bangsa Amerika, misalnya energi. Diluarnya lagi baru disebut "Marginal Interest" yaitu kepentingan pendukung untuk menunjang kebesaran bangsa Amerika.
Itu hanya sekedar contoh saja. Lantas bagaimana sih rumusan kepentingan nasional Indonesia? Sudahkah tersusun secara rapih sesuai prioritas seperti itu? Rasanya ini PR yang perlu digarap agar ada pedoman dalam menyusun segala macam program.
Langganan:
Postingan (Atom)
